KENTHONGAN SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI : Kenthongan adalah sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan kabar berita, kejadian kebakaran, pencurian, kematian, gerhana matahari/bulan bahkan undangan rapat dan lain lain, di kampung, desa, pedalaman, kita banyak menjumpai kenthongan. Utamanya dimasjid-masjid. Ini hasil kreasi dari para ulama jaman dulu. Entah mulai kapan kentongan dikenal dinegeri ini. Kenthongan dibuat dari kayu yang didalamnya dilobangi dan diberi jendela memanjang, lebih mudah kalau dibuat dari seruas bambu, dimana tinggal menambah jendela saja. Didesa-desa kenthongan digunakan untuk bunyi-bunyian sewaktu ronda dimalam hari ataupun membangun waktu sahur pada bulan Puasa Ramadan bagi umat Islam. Jaman dulu ada kode-kode tersendiri dari bunyi kenthongan yang disebut titir. Kenthong satu-satu berulang-ulang dengan rytme agak jarang berarti ada orang gantung diri/meninggal dunia, dua dua berarti ada maling/pencurian, tiga-tiga ada kebakaran, sembilan kali berarti ada warga yang meninggal. Kenthongan juga digunakan sebagai alat pemanggil warga. Sampai sekarang didesa-desa kalau rapat warga akan dimulai maka kenthongan di bunyikan untuk memanggil para pesertanya. Ada juga yang memanfaatkan kenthongan sebagai tanda pada balapan burung merpati dimana kalau si burung sudah mendarat maka dibunyikan kenthongan tadi. Bahkan bunyi kenthongan didaerah tertentu digunakan untuk mengingatkan para acceptor meminum pil KB. Dimasjid-masjid suara kenthongan digunakan sebagai tanda waktu masuk sholat
Jumat, Mei 16, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar