Blog Akan Mengubah Bisnis Anda. Pemberontak Bersenjatakan Blog. Senjata kaum pemberontak masa kini, yang terhebat, tidak lain adalah blog. “Baiklah. Anda boleh terus mengeluh tentang blog. Namun, yang pasti, Anda tak mungkin tak mengacuhkan fenomena ini. Sejak Internet diciptakan, blog lah mahluk yang tingkat penyebarannya tercepat di dunia informasi,” tutur Stephen Baker dan Heather (“yang cantik”-BH) Green dalam Business Week (11/5/2005) yang sampulnya terpampang di atas.Dalam diskusi yang riuh dan berbobot mengenai 95 tesis bisnis baru yang diajukan Rick Levine, Christopher Locke , Doc Searls dan David Weinberger dalam Cluetrain Manifesto : The End of Business as Usual (1999), mencuat pendapat Luis Marinho Falcão, Direktur dari Ogilvy Interactive yang mengatakan, "the most frightening thing about an electronic whisper is the fact that it becomes a gigantic roar before some notice it."
Suporter sepakbola Indonesia harus menggunakan blog untuk bersuara. Mengubah bisik-bisik olektronik mereka menjadi bengokan "teriakan" yang membahana. Apalagi ketika pelbagai media mainstream yang cocoknya pantas disebut sebagai lame stream media, media yang lamban, semakin tidak bergigi menyuarakan ide-ide perbaikan bagi dunia olah raga, khususnya sepakbola Indonesia (“saya menulis di Tabloid Liga 26/1/2007 dan honornya setelah satu bulan tak jelas sampai kini sampai saya menulis ARTIKEL ke Tabloid BOLA 6/2/2007, tentang Peter Withe, tetapi mereka ubah hanya menjadi pengisi kolom surat pembaca secara sefihak dan tanpa berkonsultasi secara lebih dulu !), maka jaringan blogger yang sekaligus suporter merupakan alternatif masa kini untuk menyuarakan opini guna aktif mengubah keadaan.
Terlebih lagi, konstelasi media secara global telah berubah. Di Yahoo telah hadir You Witness News, situs di mana masyaraakat adalah pula wartawan yang dapat mengirimkan berita atau foto untuk dipajang di sana. Ada pula situs serupa, Now Public.com. Leonard Brody, CEO-nya, berkata : “ Di masa depan, berita akan menjadi crowd-source dan kami sedang membangun pasukan itu.”Ketika media olahraga Indonesia nampaknya sedang kepayahan karena tergerusnya tiras dan pemasukan iklan-iklan mereka, sudah saatnya para suporter yang secara hakiki merupakan crowd itu selayaknya menerjunkan diri menjadi blogger dan mempersiapkan diri sebagai anggota pasukan masa depannya Leonard Brody !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar